sudahlah, biarkan mereka terus melanjutkan hidup, melangkah bebas mengejar apa yang menjadi cita, berlari, melompat dan mengembangkan sayapnya lebar-lebar, menanggalkan semua aksesoris yang selama ini menahan mereka untuk terjebak dalam satu fasa yang sama.
butiran pasir itu akan terus berjatuhan. meski terkadang tersendat kemudian terhenti, ia akan selalu bisa berbalik dan kembali berjatuhan. tidak ada yang statis disini. semuanya menari seirama perputaran bumi dan konstelasi bintang. jagat ini bergerak.
dan semua isi semesta hanya mampu tertunduk patuh pada satu kekuatan Maha Dahsyat dari Sang Maha Agung…
Waktu.
tetapi tidak dengan isi dalam kepalamu. otakmu mampu bersekongkol dengan hati. membentuk ‘partner in crime’ yang handal yang sanggup memperbudak Sang Maha Agung. didalam sana, kamu berhasil menciptakan satu dimensi yang samasekali tidak dapat disentuh oleh hukum relativitas yang menjadi dogma sekalipun.
dan waktu pun membeku.
——————————
hingga akhirnya sekarang takkan ada lagi yang akan menjengukmu atau sekedar menoleh kebelakang melirik satu stereotype yang masih akan selalu sama, kamu. kamu yang membingkai hitam-nya dan menjadikannya sebagai duniamu. kamu yang selalu mencari keindahan dalam pahit seperti disetiap cangkir kopimu dan mampu menjadikannya surga bagi kalian. kamu yang menempatkan-nya dalam setiap rongga dalam tubuhmu hingga mengabadikan nama-nya dipunggungmu. kamu yang terlalu menginginkan-nya selamanya..
sungguh kamu makhluk paling tolol, bay..
——————————
(03.25am – 14.02.07 – stbd161)

Recent Comments