Archive for the 'whining out' Category

16
Feb
09

Alienation

sudahlah, biarkan mereka terus melanjutkan hidup, melangkah bebas mengejar apa yang menjadi cita, berlari, melompat dan mengembangkan sayapnya lebar-lebar, menanggalkan semua aksesoris yang selama ini menahan mereka untuk terjebak dalam satu fasa yang sama.

butiran pasir itu akan terus berjatuhan. meski terkadang tersendat kemudian terhenti, ia akan selalu bisa berbalik dan kembali berjatuhan. tidak ada yang statis disini. semuanya menari seirama perputaran bumi dan konstelasi bintang. jagat ini bergerak.
dan semua isi semesta hanya mampu tertunduk patuh pada satu kekuatan Maha Dahsyat dari Sang Maha Agung…
Waktu.

tetapi tidak dengan isi dalam kepalamu. otakmu mampu bersekongkol dengan hati. membentuk ‘partner in crime’ yang handal yang sanggup memperbudak Sang Maha Agung. didalam sana, kamu berhasil menciptakan satu dimensi yang samasekali tidak dapat disentuh oleh hukum relativitas yang menjadi dogma sekalipun.

dan waktu pun membeku.

——————————

hingga akhirnya sekarang takkan ada lagi yang akan menjengukmu atau sekedar menoleh kebelakang melirik satu stereotype yang masih akan selalu sama, kamu. kamu yang membingkai hitam-nya dan menjadikannya sebagai duniamu. kamu yang selalu mencari keindahan dalam pahit seperti disetiap cangkir kopimu dan mampu menjadikannya surga bagi kalian. kamu yang menempatkan-nya dalam setiap rongga dalam tubuhmu hingga mengabadikan nama-nya dipunggungmu. kamu yang terlalu menginginkan-nya selamanya..

sungguh kamu makhluk paling tolol, bay..

——————————
(03.25am – 14.02.07 – stbd161)

16
Feb
09

soliloquy

ini semua makin mirip seperti gema di bibir lembah yang hanya bisa meneriakkan hal sama dengan apa yang diteriakkan. atau seperti resonansi suara lain yang ujung-ujungnya lebih mirip koor, bahkan bisa lebih gawat lagi jika seandainya terdapat sebuah corong pengeras suara yang mampu berteriak jauh lebih keras daripada si empunya suara.

soliloquy..

tak pernah terjadi interaksi.

pernahkah terbayang, alangkah indahnya ketika angin berbisik pelan menjawab gelak tawa laut dengan gulungan ombaknya. hening, namun magis dan penuh makna. atau ketika para makmum meneriakan ‘Amiiiin’ yang menyatakan kesejalanannya saat imamnya melantunkan ‘..waladdlooliiiin…’. atau saat pengacara berteriak ‘keberatan Yang Mulia!’ sembari ngelantur mengumbar bukti fiktif yang menjadikan ingkar sehalal alasan tapi masih bisa memberikan pandangan lain kepada sang Hakim, atau..

atau mungkin memang kamu benar, segalanya telah berbeda sekarang.

mungkin disana sudah tidak ada lagi reaksi kimia saat tangan kita saling menyentuh. lompatan listrik itu telah kehilangan dayanya ketika mata kita beradu. sensasi ribuan kupu-kupu yang dulu terbang dalam perutmu kini hinggap kelelahan diujung rasio kala nafas kita bersatu. dan akhirnya konsep ‘kita’ hanya akan menjadi sebuah konsep narsisme yang berkepentingan akan sebuah pengakuan tanpa ada ‘aku’ ataupun ‘kamu’.

sudahlah, mungkin kali ini kamu benar.

segalanya telah berbeda sekarang.

(bandung, 5th October 2008, 04.25am)




 

June 2012
M T W T F S S
« Feb    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Recent Comments

my facebook page

follow my networked blog on facebook

Follow me on Twitter

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.